Home » » Adab bertamu atau bersilaturrahmi

Adab bertamu atau bersilaturrahmi

Adab bertamu atau bersilaturrahmi

Adab bertamu atau besilaturrahmi
Wahai anak-anak sekalian, patutlah bagimu untuk mementingkan bersilaturrahmi kepada keluarga dekat, teman dan tetangga kita, karena itu bisa menyambungkan atau mempererat tali persaudaraan. Agar terbina rasa saling menyayangi antar sesama, dan memperkuat tali persaudaraan kita.
Adapun adab atau tata krama ketika berkunjung ke rumah saudara, sanak famili teman ataupun tetangga adalah:

    Permisi  sebelum masuk rumah

Berhentilah di depan pintu, sekiranya kamu tidak bisa melihat orang yang ada di dalam rumah. Ucapkanlah salam, Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Dan ketika pintu sudah terbuka menghadapkan ke samping kanan atau samping kiri, supaya ketika pemilik rumah tidak menggunakan pakaian yang layak, yang apabila kamu melihatnya si pemilik rumah malu, kamu tidak melihatnya. Dan pemilik rumah pun selamat dari rasa malu.

    Dan ketika pintu itu terkunci, maka ketuklah pintu itu dengan hati-hati dan lembut. Jika ada bel, maka pencetlah bel itu dengan halus, sekiranya tidak membuat risih pemilik rumah. Dan apabila tidak ada seseorang pun yang menemuimu, maka janganlah masuk ke dalam rumah tanpa ijin dari yang berhak.

    Permisi, salam ataupun mengetuk pintu itu paling banyak kita lakukan 3 kali. Apabila sudah 3 kali kita mengucapkan salam, namun tidak ada yang menjawab, maka hendaklah kita kembali.

    Berkunjunglah ke rumah orang lain pada waktu-waktu yang pantas. Waktu yang pantas itu adalah bukan waktu makan, waktu tidur, waktu sibuk, dan sekiranya tidak memberatkan bagi si tuan rumah. Dan hendaknya kita tidak terlalu sering berkunjung, karena tentu saja itu akan membuat tuan rumah bosan dan terganggu. Akan juga jangan terlalu lama tidak bersilaturrahmi, karena yang demikian itu bisa saja memutus tali silaturrahmi.

    Janganlah berkunjung dalam waktu yang terlalu lama. Sekiranya keperluan kita telah cukup, hendaknya kita segera berpamitan.

    Menggunakan pakaian yang bersih dan pantas.

    Jangan mengambil sesuatu tanpa dipersilahkan oleh pemilik rumah.

    Ketika si pemilik rumah dalam keadaan sedih, maka hendaknya kita juga menunjukkan sikap keprihatinan kita, dan agar jangan bergurau. Sebaliknya ketika pemilik rumah dalam keadaan senang, maka kita juga harus menunjukkan sikap ikut senang pula.

0 komentar:

Post a Comment