Home » , , » Contoh Pidato tentang Pentingnya Ilmu Dalam Kehidupan (untuk siswa)

Contoh Pidato tentang Pentingnya Ilmu Dalam Kehidupan (untuk siswa)

Naskah Pidato

Pentingnya Ilmu Dalam Kehidupan


اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللّهِ وَ بَرَكَاتُهُ
بسم الله الرحمن الرحيم
حَمْدًا وَ شُكْرًا لِلّهِ , صَلاَةً وَ سَلاَمًا دَائِمَيْنِ عَلَى رَسُوْلِ اللّهِ , أَمَّا بَعْد.

Bapak dan ibu guru yang saya hormati
Teman- temanku yang saya sayangi dan saya hormati pula,

Pertama-tama mari kita memuji dan bersyukur kepada Allah. Yang mana dengan rahmat, hidayat, serta inayah-Nya kita mendapat kesehatan jasmani dan rohani.
Yang kedua tak lupa shalawat serta salam semoga tetap terhaturkan kepada baginda rasul sallawahu 'alaihi wa salam.
Ketiga kalinya saya ucapkan terima kasih kepada pembawa acara yang telah memberikan kesempatan untuk menyampaikan sedikit pidato yang pada kali ini saya mengangkat tema tentang
pentingnya ilmu dalam kehidupan
Hadirin Rahimakumullah...
Pentingnya Mencari Ilmu Agama
Sebagai umat islam tentu kita sudah mengetahui bahwa ilmu memiliki kedudukan yang tinggi dalam kehidupan. Banyak ayat dan hadits yg menjelaskan hal ini. Diantara ayat terebut adalah:

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ امَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجَات
Intinya adalah: Allah akan mengangkat derajat orang yg beriman dan berilmu.

Sebuah hadits menyebutkan:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
Hadist tersebut menjelaskan bahwa mencari ilmu tidak sekedar wajib, tapi sangat wajib, hal itu bisa dilihat dari bentuk kata fardlu yg digunakan adalah shighot mubalaghoh, yaitu fariidlotun.

adirin wal hadirot yang dimuliakan Allah
Hubungan antara ilmu ketuhanan dan pengetahuan sebenarnya sangat erat. Antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan sebab keduanya merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan mereka dalam sebuah pribahasa dikatakan :
“ life will be blind if without theology
and whitout science, life will be lame”
(cara membaca: laif wil bi blaind witout tioloji, en witout sains, laif wil bi laem)
yang artinya “hidup akan menjadi buta jika tanpa ilmu agama. Dan tanpa ilmu pengetahuan hidup akan menjadi pincang”. Peribahasa ini ternyata telah terbukti ditengah-tengah kehidupan masyarakat akhir-akhir ini, seseorang yang hanya getol mempelajari ilmu agama tanpa memberikan sedikit kesempatan waktu untuk belajar ilmu pengetahuan, maka kini dia merasakan bahwa ilmu agama ternyata tidaklah cukup untuk menjadikan dirinya sebagai seseorang yang berhasil dalam kehidupan.
Hal ini terjadi karena mereka tidak mengetahui perkembangan dunia, tidak tahu apa itu industrialisasi atau globalisasi. Mereka juga tidak mengetahui dampak yang ditimbulkan dari ketidak mengertian mereka terhadap dunia ini. Dan sebaliknya, orang-orang yang hanya menggunakan ilmu pengetahuan sebagai standar utama bagi kehidupanya, maka suatu saat pasti mereka akan menyesal dan akan menyadari bahwa ternyata di zaman globalisasi dan di era industrialisasi seperti sekarang ini seseorang harus betul-betul mempunyai pegangan hidup yang kuat, yaitu ilmu agama, sehingga mereka tidak mudah terpengaruh oleh dampak negatif dari kemajuan tekhnologi modern dewasa ini. Suatu upaya untuk menyeimbangkan kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat, kita bisa melihat firman allah didalam surat Al-Qashas ayat 77 yang artinya sebagai berikut ini :
“dan carilah apa yang telah dianugerahkan allah kepadamu (kebahagiaan) negri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaiaman allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi.
Sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.

Teman-teman dan hadirin yang dimuliakan Allah.
Inti dari firman Allah diatas adalah bahwa seseorang itu diwajibkan untuk mengoreksi segala perbuatanya demi mencapai keuntungan diakhirat kelak, sekaligus harus pandai-pandai mengatur masalah-masalah keduniaan, sehingga dia tidak menjadi beban tanggungan orang lain. Pendek kata, ayat tersebut menyerukan supaya seseorang dapat memberikan perhatikan permasalahan dunia dan akhirat.

Setelah memahami betapa pentingnya ilmu dalam kehidupan ini. Maka selanjutnya yang harus kita lakukan adalah merealisasikan ilmu tersebut kedalam konsep kehidupan yang nyata. Ilmu pengetahuan sebenarnya tidak selalu menciptakan dampak positif kepada orang lain. Dampak yang ditimbulkan dari ilmu pengetahuan adalah tergantung pada seseorang yang memilikinya. Ketika ilmu pengetahuan dimiliki oleh seseorang yang beriman pasti ilmu tersebut akan membuahkan dampak pada perkembangan dan kemaslahatan. Dan sebaliknya jika ilmu itu dimiliki oleh seseorang yang jahat dan berhati jelek tentu ilmu tersebut akan membuat kekacauan dan kerusakan.

Rekan-rekan dan hadirin yang saya muliakan.
Demikian apa yang dapat kami sampaikan, saya berharap apa yang baru saja saya sampaikan ini dapat menyadarkan kita bahwa ilmu pengetahuan dan tekhnologi ternyata sangat dibutuhkan dalam kehidupan ini. Dan jika terdapat kesalahan-kesalahan dalam penyampaian pidato saya, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada hadirin semua, dan akhirnya saya ucapkan,

وَاللهُ الْمُوَافِقُ اِلَى اَقْوَمِ الطَّرِيْقِ
واَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللّهِ وَ بَرَكَاتُهُ

Share this article :
 
Support : SMAI WH | Sesuatu | Pasar Jonegoro | Blogger Bojonegoro | Ada sesuatu di sini
Copyright © 2013. YPPWH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger