Showing posts with label kepramukaan. Show all posts
Showing posts with label kepramukaan. Show all posts

Thursday, October 11, 2012

Download Materi Pramuka DISINI

Yayasan Pondok Pesantren Wasilatul Huda Dukohkidul Ngasem Bojonegoro

Download Materi Pramuka DISINI

Friday, April 24, 2009

contoh proposal leadership

LEADERSHIP

A.PENDAHULUAN

Seperti kita ketahui,bahwa manusia diciptakan oleh Allah adalah sebagai pemimpin dan pemimpin yang sanggup melaksanakan tugas dengan baik,dialah orang yang mulia.Oleh karena itu siapapun yang menempati diri untuk menjadi pemimpin yang baik,dialah yang mengerti dan terpuji.
Kepemimpinan adalah segala tindakan yang dilakukan untuk mempengaruhi dan menggiatkan orang lain dalam upaya mencapai tujuan.sedangkan penerapan upaya itu harus dimulai dari pribadi baik sebagai kader maupun leader untuk menuju terwujudnya kader yang potensial dan proporsional.
Masalah kepemimpinan tentu sangat cenderung kepada pembentukan personality.Pembina,pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam penerapan kepemimpinan yang baik.
Dalam peradaban modern ini,dikenal beberapa sumber daya yang merupakan potensi penggerak jalanya peradaban itu :

1. Sumber daya manusia
2. Sumberdaya alam
3. Sumber daya science dan tehnologi

Meskipun manusia dikaruniai potensi yang demikian besar namun kualitasnya sebagai sumber daya manusia tidak sama antara satu dengan yang lain.
Untuk pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia diperlukan penemuan 2 (dua) pertanyaan pokok :

1. Bagaimana tingkat keinginanya.
2. bagaimana tingkat upayanya

Pertanyaan pertama akan menemukan kemungkinan jawaban :
a. Tidak mempunyai keinginan
b. Keinginannya lemah/sangat sederhana
c. Upayanya kuat?usaha keras.

Pertanyaan dan jawaban tersebut, memberi gambaran adanya 3 tipe manusia disekeliling kita yaitu manusia yang sumberd dayanya lemah, sedang dan kuat.sehingga untuk membina kader dan leader yang baik perlu diperhatikan :

1. Bagaimana upaya menimbulkan keinginan dan semangat berprestasi bagi warganya (KEMAUAN)
2. Bagaimana dapat memberikan kemampuan dan ketrampilan kepada mereka untyuk mencapai keinginan tersebut. (KEMAMPUAN)
3. Bagaimana memberi kesempatan kepada mereka untuk membuktikan kemampuanya. (KESEMPATAN)

Mempelajari uraian diatas,dapat diketahui bahwa faktor tersebut pulalah yang menjadi tugas dan fungsi dari seorang pemimpin yakni menumbuhkan kemauan, memberikan kemampuan dan membagikan kesempatan pada warganya. Perlu diingat bahwa dalam organisasi, tingkat kemauan dan kemampuan anggota itu tidak sama sehingga seorang leader akan menghadapi seorang anggota yang :

- Mau tetapi tidak mampu
- Tidak mau tetapi mampu
- Tidak mau juga tidak mampu
- Mau dan mampu

Disamping itu seorang leader juga harus mampu mengadakan penilaian.Ukuran umum untuk menilai kwalitas potensi manusia dapat dilihat dari tiga diminsi :

1. Tingkat kreatifitasnya : Sejauh mana kemampuan menciptakan gagasan/ide bagi kelompoknya.
2. Tingkat produktifitasnya : Apa saja hasil dan prestasi yang diwujudkan dan bagaimana bobotnya.
3. Tingkat kepribadian : Bagaimana pandangan dan sikap hidupnya karakter dan moralnya dalam menghapi berbagai situasi dan kondisi.



Leader adalah orang terdepan dengan berbagai aneka anggota dan situasi dan kondisi yang beraneka ragam yang semuanya harus mampu dihadapi.Sehingga disamping mampu membina juga harus menilai dan menata diri dan warganya. Leader adalah perencana program,pelaksana program dan mengevaluasi program.

B. CIRI IDEAL SEORANG PEMIMPIN

1. Pemimpin ideologis : Kaya visi yang tinggi, merumuskan gagasan secara tepat dan mampu menyajikan secara menarik dan mengikat
2. pemimpin organisatoris : pandai menggerakkan orang melalui kecakapan organisatoris, menyusun rencana kerja yang tepat dan mengatur kerja sam yang efesien.
3. Pemimpin kharismatis : Mampu menggerakkan orang lain atas kekuatan pribadinya, artinys ia memiliki cara hidup yang menjadi sumber pengaruh dan penggerak orang lain.

Pemimpin yang ulung adalah yang mampu memperhatikan dan mempersatukan keempat jenis cirri kepemimpinan diatas dalam dirinya.Yang terpenting adalah seorang pemimpin harus mengetahui kelemahan sendiri diantara empat cirri diatas, dengan menyadari kekuranganya dia harus berusaha melengkapi dan menghindarkan akibat-akibat buruk dari kelemahan-kelemahanya.

C. TIPE-TIPE PEMIMPIN

Tipe pemimpin sangat beragam, Muhammad shodiq membagi tipe seorang pemipin sebagai berikut :

1. Diktator : Melakukan segala sesuatu berdasarkan paksaan atau kekuasaan mutlak
2. demokratis : Melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak bersama
3. Bebas : Memberikan kebebasan yang tak terbatas pada anggota atau masyarakat pemilihnya
4. pelopor : Menjadi pelopor untuk menjadi contoh atau suri tauladan bagi anggota atau masyarakat yang dpimoinya
5. Manipulasi : Melakukan tipuan dan rayuan
6. Transaksi : melakukan transaksi (imbalan) dengan anggota atau masyarakat yang dipimpinya
7. Biar lambat asal selamat : Melakukan segala sesuatu sangat berhat-hati
8. Alang-alang : Mudah goyang dan tidak mempunyai pendirian
9. Gabungan : Melakukan kebijakanya dengan menggabungkan gaya dan cara-cara kepemimpinan yang ada.

D. JENIS-JENIS KEPEMIMPINAN

Jenis kepemimpinan terbagi menjadi 4 (empat) :

1. supra struktur : Pemimpin yang terdapat di lembaga pemerintah, TNI/kepolisian
2. Infra struktur : Pemimpin yang berada ditengah-tengah masyrakat
3. Formal : Pemimpin yang jabatanya secara formal
4. Non Formal : Pemimpin yang ditokohkan atau dituakan disatu daerah (lingkungan)tertentu.

E. FAKTOR-FAKTOR MUNCULNYA SEORANG PEMIMPIN

Evendy M.Siregar menjelaskan munculnya seorang pemimpin sebagai beikut :

1. Faktor bakat
2. faktor keturunan
3. faktor karena dipilih
4. Faktor situasi dan kehendak sejarah
5. Faktor agama
6. Faktor kekuatan
7. Faktor uang
8. Faktor keluarga
9. Faktoe ABS
10. Faktor menggunakan jalan pintas
11. Faktor prestasi

F. TUGAS DAN FUNGSI PEMIMPIN

Pemimpin harus memperhatikan 4 (empat) hal :

1. Membuat rencana kerja
2. melaksankan keputusan-keputusan
3. managemen kesetiaan
4. menilai rencana kerja yang telah dilaksanakan
Fungsi kepemimpinan :

1. Pengembangan imajinasi
2. Pengembangan kesetiaan atau intregritas
3. pemrakarsa kegiatan
4. pelaksanaan keputusan
5. pengawasan
6. memberi penghargaan

G. KEWAJIBAN DAN SIKAP PEMIMPIN

Pemimpin adalah cermin dari kelompoknya dank arena kedudukanya dalam puncak piramida organisasi, maka pemimpin berkewajiban antara lain :

1 Menjadi teladan yang baik
2. Menjadi pengayom dan pembibing
3. Sanggup menjadi pelopor dimana diperlukan
4. Mampu memberikan bimbingan dan pimpinan
5. bersedia berkorban dan ikhlas

Dalam upaya menata diri dan anggotanya,seorang pemimpin perlu memiliki sikap antara lain :

1. Semangat membaca
2. Semangat inquery (ingin tahu dan menganalisa)
3. keterbukaan dalam masalah/pengalaman baru
4. Kecendrungan menangani hal-hal baru yamg penuh tantangan
5. Bergairah dan kreatif serta berdedikasi dalam melakukan tugas
6. bergairah untuk mewujudkan prestasi baru
7. berfikir fleksibel dengan berbagai alternative
8. Mampu bergaul dan mengemukakan ide-ide terpuji
9. mampu menyerap informasi, membuat analisa dan abstraksi (kesimpulan )serta mengkomunikasikan pendapatnya
10. Mampu memecahkan masalah

Sikap ini harus dimiliki seorang leader dan hal ini tentu saja dapat tumbuh apabila ada rasa memiliki terhadap apa yang dipimpinnya.

Upaya leader hendaknya ditunjukkan pada 3 (tiga) hal :

- Head : hepala : ilmu pengetahuan
- Heart : hati : berhati bersih
- Hend : tangan : trampil

Sehingga akan terwulud manusia yang berkepala cerdas, berhati bersih dan berperasaan halus serta bertangan cekatan didasari taqwa kepada Allah SWT.

Upaya inipun tidak akan berhasil tanpa adanya system dan lingkungan kerja yang dapat memberikan pengembangan idealis yang sehat, pengembangan profesionalisme dan pengembangan management, yakni adanya ide-ide yang bagus, penanganan masalah sesuai keahlian, pengelolaan kerje sesuai dengan aturan yang benar dan jelas.

Semoga kita diberi kekuatan untuk bisa mengembangkan, memanfakan daya diri kita untuk kemaslakatan umat, menuju kesejahteraan dunia akhirat baik sebagai leader atau kader.


SEMOGA BERMANFAAF………...

M A K A L A H
EVALUASI BELAJAR
LEADERSHIP ( KEPEMIMPINAN )

DISUSUN OLEH : SUWARDI
NO INDUK : 07111375

IKIP PGRI BOJONEGORO
FBSI

Sunday, March 29, 2009

LAHIRNYA PRAMUKA

Gerakan ini dimulai pada tahun 1907 ketika Robert Baden-Powell, seorang letnan jendral angkatan bersenjata Britania raya, dan William Alexander Smith, pendiri Boy's Brigade, mengadakan perkemahan kepanduan pertama di kepulauan Brownsea, Inggris.

Ide untuk mengadakan gerakan tersebut muncul ketika Baden-Powell dan pasukannya berjuang mempertahankan kota Mafeking, Afrika Selatan, dari serangan tentara Boer. Ketika itu, pasukannya kalah besar dibandingkan tentara Boer. Untuk mengakalinya, sekelompok pemuda dibentuk dan dilatih untuk menjadi tentara sukarela. Tugas utama mereka adalah membantu militer mempertahankan kota. Mereka mendapatkan tugas-tugas yang ringan tapi penting; misalnya mengantarkan pesan yang diberikan Baden-Powell ke seluruh anggota militer di kota tersebut.

Pekerjaan itu dapat mereka selesaikan dengan baik sehingga pasukan Baden-Powell dapat mempertahankan kota Mafeking selama beberapa bulan. Sebagai penghargaan atas keberhasilan yang mereka dapatkan, setiap anggota tentara sukarela tersebut diberi sebuah lencana. Gambar dari lencana ini kemudian digunakan sebagai logo dari gerakan Pramuka internasional.

Keberhasilan Baden-Powell mempertahankan kota Mafeking membuatnya dianggap menjadi pahlawan. Dia kemudian menulis sebuah buku yang berjudul Aids to Scouting (ditulis tahun 1899), dan menjadi buku terlaris saat itu.

Pada tahun 1906, Ernest Thompson Seton mengirimkan Baden-Powell sebuah buku karyanya yang berjudul The Birchbark Roll of the Woodcraft Indians. Seton, seorang keturunan Inggris-Kanada yang tinggal di Amerika Serikat, sering mengadakan pertemuan dengan Baden-Powell dan menyusun rencana tentang suatu gerakan pemuda.

Pertemuannya dengan Seton tersebut mendorongnya untuk menulis kembali bukunya, Aids to Scouting, dengan versi baru yang diberi judul Boy's Patrols. Buku tersebut dimaksudkan sebagai buku petunjuk kepanduan bagi para pemuda ketika itu. Kemudian, untuk menguji ide-idenya, dia mengadakan sebuah perkemahan untuk 21 pemuda dari berbagai lapisan masyarakat selama seminggu penuh, dimulai pada tanggal 1 Agustus, di kepulauan Brownsea, Inggris. Metode organisasinya (sekarang dikenal dengan sistem patroli atau patrol system dalam bahasa Inggris) menjadi kunci dari pelatihan kepanduan yang dilakukannya. Sistem ini mengharuskan para pemuda untuk membentuk beberapa kelompok kecil, kemudian menunjuk salah satu diantara mereka untuk menjadi ketua kelompok tersebut.

Setelah bukunya diterbitkan dan perkemahan yang dilakukannya berjalan dengan sukses, Baden-Powell pergi untuk sebuah tur yang direncanakan oleh Arthur Pearson untuk mempromosikan pemikirannya ke seluruh Inggris. Dari pemikirannya tersebut, dibuatlah sebuah buku berjudul Scouting fo Boys, yang saat ini dikenal sebagai buku panduan kepramukaan (Boy Scout Handbook) edisi pertama.

Saat itu Baden-powell mengharapkan bukunya dapat memberikan ide baru untuk beberapa oraganisasi pemuda yang telah ada. Tapi yang terjadi, beberapa pemuda malah membentuk sebuah organisasi baru dan meminta Baden-Powell menjadi pembimbing mereka. Ia pun setuju dan mulai mendorong mereka untuk belajar dan berlatih serta mengembangkan organisasi yang mereka dirikan tersebut.

Seiring dengan bertambahnya jumlah anggota, Baden-Powell semakin kesulitan membimbing mereka; Ia membutuhkan asisten untuk membantunya. Oleh karena itu, ia merencanakan untuk membentuk sebuah pusat pelatihan kepemimpinan bagi orang dewasa (Adult Leadership Training Center). Pada tahun 1919, sebuah taman di dekat London dibeli sebagai lokasi pelatihan tersebut. Ia pun menulis buku baru yang berjudul Aids to Scoutmastership dan beberapa buku lainnya yang kemudian ia kumpulkan dan disatukan dalam buku berjudul Roverinng to Success for Rover Scouts pada tahun 1922.

permainan pramuka

Permainan

Perkenalan Rahasia
Peralatan : Kain yang lebar (sprei)
Jumlah pemain : semua pemain masuk dalam regu
Waktu : 10 menit
Tujuan : Saling mengenal nama
Peserta dibagi dalam 2 kelompok. Kedua regu saling berhadap-hadapan. Tetapi diantara kedua regu itu dibentangkan kain yang lebar, sehingga kedua regu tidak dapat saling melihat. Permainannya ialah : setiap regu menentukan wakilnya untuk menebak wakil kelompok lain tetapi juga ditebak. Wakil kedua kelompok berlutut berhadapan. Agar supaya lebih seru para pemain ini boleh saling memperlihatkan kaki atau sepatu. Pemimpin menghitung sampai 3 dan pada hitungan ketiga itu kain diturunkan tiba-tiba. Kedua wakil itu harus adu cepat untuk menebak siapa wakil lawannya.Wakil regu yang cepat menebak dengan tepat, mendapatkan angka untuk regunya.

AM.Patty

Mencari Dengan Diam
Peralatan : Perangko
Jumlah pemain : berapa saja
Waktu : bervariasi, tergantung jumlah pemain dan kemampuan mengobservasi
Tujuan : - Melatih kemampuan mengobservasi
- Memupuk inisiatif
Sebuah perangko ditempel di suatu tempat dalam ruangan pertemuan sebelum para peserta datang/tiba. Instruksinya : Tiap peserta harus mencari perangko tersebut dan bila mereka telah melihatnya, mereka harus duduk diam dan tidak boleh berkata apa pun. Akan sangat lucu memperhatikan peserta-peserta terakhir. Dan tentu saja peserta yang paling akhir duduk adalah yang kalah. (permainan ini dapat juga dimainkan di luar ruangan).

Permainan Mengenali Teman
Peralatan : Kertas kosong, alat tulis untuk tiap peserta
Jumlah Pemain : Berapa saja
Waktu : 10-12 menit
Tujuan : - Saling mengenal secara lebih mendalam
- Berani Mengungkapkan diri
- Melatih kecerdasan
Pemimpin membagikan kertas kosong kepada semua peserta. Seluruh peserta lalu menulis data pribadi mereka (nama lengkap, data keluarga, status, sekolah/pekerjaan, hobi, alamat, dan sebagainya). Setelah itu kertas yang sudah terisi dikembalikan kepada pemimpin. Lalu pemimpin memberikan lagi secara acak kepada peserta. Pemimpin memberikan waktu 2-3 menit kepada para peserta untuk menghafal data pribadi kawannya itu. Kemudian pemimpin menunjuk kepada salah seorang peserta dan bertanya kepadanya tentang data pribadi yang ia terima. Peserta harus mampu menjawab pertanyaan pemimpin. Sementara itu yang memiliki data pribadi harus memperhatikan benar/tidaknya jawabannya.

AM. Patty.

Petani dan Pencuri
Peralatan : Karet gelang atau tali, kantong kacang, atau potongan kain, atau agar kelihatan sungguhan, sebuah apel.
Jumlah pemain : bebas
Waktu : 8-10 menit
Tujuan : - Melatih kecepatan
- Unsur hiburan

Anak-anak membentuk lingkaran dan seorang anak, yang jadi pencuri disuruh keluar ruangan. Selagi ia diluar, seorang anak ditunjuk sebagai petani. Sebuah benda ditaruh di tengah lingkaran. Pencuri tadi datang dan berjalan diluar lingkaran. Ia boleh memasuki lingkaran dari mana saja dan mencuri benda itu. Petani harus menangkapnya pada saat pencuri menyentuh benda tersebut. Pencuri itu harus lari keluar dari lingkaran lewat jalan masuk tadi dan ia selamat bila ia dapat keluar tanpa tertangkap. Bila ia tidak tertangkap, maka petani itu harus jadi pencuri dan dipilh petani baru.

AM.Patty

Rebut dan Rampas
Peralatan : Tongkat atau sapu lidi untuk tiap anak
Jumlah pemain : bebas
Waktu : 10 menit
Tujuan : - Melatih kecekatan
- Melatih kesetiakawanan
- Unsur hiburan
Semua anak membentuk lingkaran dengan jarak kira-kira 1 meter.. Semakin ahli, jaraknya dapat semakin jauh. Tiap anak memegang tongkatnya hingga berdiri tegak di lantai. Bila ada perintah “ya” tiap anak harus melepaskan tongkatnya dan cepat-cepat menangkap tongkat teman di sebelah kanannya. Bila tongkat itu sudah keburu jatuh, maka ia dikeluarkan. Permainan ini sangat menyenangkan dan dapat bervariasi. Jarak anatr anak dapat diperbesar bila anak-anak sudah mampu, perintah dapat berupa “kiri” atau “kanan”. Bila ingin permainan lebil lama, maka setelah jatuh 3 kali baru dikeluarkan.

Dalam Kolam
Peralatan : Sebatang kapur
Jumlah pemain : bebas
Waktu : biasanya 10-15 menit
Tujuan : - Melatih kecepatan/refleks
- Sebagai unsure hiburan
Anak-anak berdiri membentuk lingkaran dan di depan mereka digambar garis dengan kapur. Tiap anak harus menyentuh garis tersebut. Bila ada perintah “diair”, maka tiap orang melompat dengan kedua kakinya bersama-sama, masuk ke garis lingkaran. Bila perintahnya “didarat”, maka tiap anak melompat mundur. Perintah yang diberikan harus bervariasi, “diair, didarat, diair, diair”. Satu atau dua orang anak akan melompat dan jelas mereka akan dikeluarkan. Permainan ini cukup popular dan menyenangkan.

AM.Patty

Menggambar Wajah
Tujuan :
a. Membantu peserta untuk memandang langsung ke dalam mata pasangannya, saling mengenal cirri-ciri wajahnya, dengan harapan hal ini bisa membantu peserta untuk saling terbuka dan tidak lagi kikuk dengan yang lainnya.
b. Melatih peserta satu cara sederhana tentang menggambar dan menghilangkan perasaan peserta bahwa mereka tidak mampu menggambar.

Langkah-langkah :
a. Dengan sehelai kertas setiap pasangan saling berhadapan dan mulai menggambar wajah pasangannya. Bisa mulai dari mana saja tetapi tidak boleh melihat kertas sama sekali.
b. Gerakkan tangan mengikuti arah gerak pandangannya yang menelusuri garis wajah pasangannya.
c. Setelah selesai menggambar, masing-masing pasangan bergantian mewawancarai pasangannya, mengenai nama, tempat tinggal, pekerjaan, umur, keluarga dan sebagainya. Waktunya cukup 5 menit saja untuk setiap peserta.
d. Kemudian setiap pasangan tampil di depan kelompok memperkenalkan pasangannya dengan cara menunjukkan gambar pasangannya sambil menyebutkan :”Nama saya…(nama pasangannya), tempat tinggal….dan seterusnya.

Estafet Kelereng :Tujuan :

  1. Kerja sama tim.
  2. Membagi tugas habis ( Manajemen )
  3. Mengatur diri kapan bertindak dan memberikan kesempatan.
  4. Mengatur trategi bermain secara bersama sama.

Alat :

  1. Bambu yang terbelah 2 ( ukuran panjang 50 cm, diameter bebas ) bisa juga pakai pelepah pohon pisang. Jumlah bambu sesuai dengan jumlah anggota regu yang akan bermain )
  2. 1 buah kelereng.
  3. 1 buah gelas plastik.

Pelaksanaan :

  1. Tiap anggota regu memegang 1 buah bambu belah, 1 orang lainnya memegang gelas.
  2. Tetapkan jarak tempuh dalam estafet ( 10 – 15 meter )/ semakin jauh jaraknya semakin memiliki kesulitan tertinggi.
  3. Seluruh peserta berupaya mengatur gerak kelereng melalui bambu belah secara estafet hingga sampai ke tempat tujuan yang ditentukan.
  4. Finish terakhir adalah memasukan kelereng kedalam gelas plastik.

Peraturan :

  1. Saat kelereng meluncur/ bergulir tidak boleh tersentuh jari tangan.
  2. Kelereng bergerak/ bergulir hanya melalui satu jalur yakni bambu tersebut.
  3. Apabila kelereng jatuh, permainan diulang sekali lagi . ( Boleh diberikan kesempatan lebih dari 1 kali )
  4. Diupayakan ada rival/ lawan regu lainnya. Yang tercepat memasukkan kelereng dalam gelas itulah pemenangnya.

ALL STAND UP

Teaching point :

1. Memahami pentingnya fungsi orang lain dalam kesuksesan kerja regu.

2. Memecah kebekuan (ice breaking) dengan saling bersentuhan fisik.

3. Memahami bahwa kekurangan anggota regu (terlalu gemuk atau terlalu kecil) bukan merupakan kendala untuk kinerja regu.

4. Perencanaan strategis.

Lama permainan : 20 – 40 menit

Perlengkapan : Peluit

Instruksi :

1. Kegiatan di mulai dengan sepasang anggota regu duduk bertolak belakang di tanah dengan melipatkan kedua kaki ke arah dada. Kemudian mereka diminta untuk berdiri bersama dengan cara saling menekan punggung, tangan tidak usah berpegangan.

2. Setelah sukses dengan cara yang pertama, sepasang peserta diminta duduk berhadapan, ujung kaki diletakkan saling bersentuhan dengan kaki masing-masing pasangan. Kemudian kedua tangan peserta saling berpegangan antar pasangan. Untuk berdiri peserta diminta menarik pegangan tangan.

3. Setelah sukses dengan cara kedua, jumlah anggota ditambah dari dua jadi empat, enam, delapan dan seterusnya.

4. Mereka dipersilakan mengatur strategi agar sama-sama bisa berdiri serempak.

Debriefing :

1. Teaching point yang dirasakan.

2. Faktor penunjang keberhasilan.

3. Perasaan setelah berhasil.

4. Implikasi terhadap regu.

Estafet Air. :
Tujuan :
1. Kerja sama tim.
2. Mengatur cara kerja yang efektif.
3. Pembagian tugas/ menempatkan personil dengan tepat.
4. Kekompakan antar anggota dan seluruh anggota regu.

Alat :
1. 1 buah ember berisi air secukupnya.
2. 1 buah gelas yang bagian bawahnya telah berlubang kecil.
3. 1 buah botol plastik

Pelaksanaan :
1. Peserta duduk dengan posisi berbanjar.
2. Peserta paling depan bertugas mengambil air dan yang paling belakang bertugas menuangkannya dalam botol.
3. Gelas yang berisi air diberikan secara estafet kepada rekannya yang dibelakang melalui atas kepala.

Peraturan :
1. Lubang Gelas hanya boleh ditutup dengan jari tangannya saja.
2. Menggunakan batas waktu tertentu.
3. Botol yang berisi air terbanyak dengan batas waktu tertentu itulah pemenangnya.
4. Dapat menggunakan rival/ lawan bermain dengan regu lain.

Rantai Nama
Tujuan
Permainan ini dimaksudkan bagi kelompok yang belum saling kenal nama masing-masing, agar lebih akrab, serta memberi pengalaman tampil di depan forum.
Langkah-langkah :
a. Peserta besama pemandu berdiri di dalam lingkaran
b. Pemandu menjelaskan aturan permainan sebagai berikut :
Salah seorang menyebutkan namanya dengan suara keras agar terdengar oleh setiap peserta, kemudian peserta yang berdiri di sebelahnya (kiri atau kanan) menyebutkan nama peserta pertama tadi ditambah dengan namanya sendiri. Peserta ketiga menyebutkan nama peserta pertama dan kedua ditambah dengan namanya sendiri, begitu seterusnya sampai selesai.
c. Proses ini diulangi lagi dengan arah berlawanan, dimulai dari peserta yang terakhir menyebutkan rantai nama tersebut.
Variasi
Buat lingkaran, setiap peserta secara bergiliran menyebutkan nama panggilan, umur, tempat asal, pekerjaan, lalu peserta yang lain menirukan, begitu seterusnya sampai selesai satu putaran.
Putaran kedua, semua peserta mengulangi lagi secara bersama-sama data pribadi tersebut, dengan urutan seperti semula.