Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Saturday, July 28, 2012

Penggalangan Dana Online dengan Marimembantu.org

Ayo Bantu Saudaramu

Penggalangan Dana Online dengan Marimembantu.org

Bersedakah dalam islam bukanlah amalan biasa. Ia termasuk salah satu amalan yang bernilai lebih. Karnya Allah akan memberikan pahala yang luar biasa bagi orang yang mau melaksakannya. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-baqarah ayat 261 : 
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui."
Dari ayat tersebut, kita mengetahui betapa besarnya pahala bagi orang-orang yang mau bersedekah. Dari 1 amalan sedekah akan menumbuhkan 7 bulir, yang tiap bulirnya akan tumbuh seratus biji. Jadi untuk 1 akan dibalas oleh Allah dengan 700 pahala. Oleh karena itu, selagi anda mampu untuk bersedekah, maka bersedekahlah semampu anda. Selagi kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk bersedekah. 


Sebagai contoh, misalnya kita bersedekah Rp. 1.000.000,- maka pahala kita akan dilipatgandakan oleh Allah menjadi Rp. 700.000.000,00. Tapi tentu saja amalan kita harus dibarengi dengan keihklasan hati, agar amalan kita menjadi sempurna. Namun begitu apabila kita merasa belum bisa ikhlas dalam bersedekah, maka tetaplah kita harus bersedekah, untuk melatih keihklasan hati kita. Karena untuk bisa ikhlas hati kita juga harus dilatih.


Tidak harus menunggu kaya untuk bersedekah. Karena yang dinilai Allah dari sebuah amalan adalah dari sisi susahnya amal itu untuk dilaksanakan bagi sang amil. Apalagi jika ditakdirkan oleh Allah sebagai orang kaya, atau diberikan rizki berlebih oleh Allah, maka tak ada alasan lain bagi kita untuk menunda-nunda amalan sedekah.
Nabi telah bersabda: 
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Seseorang datang kepada Rasulullah saw lalu bertanya, "Ya Rasulullah, sedekah manakah yang lebih besar pahalanya? Rasulullah saw menjawab, "Bersedekah dalam keadaan sehat sedang engkau amat sayang kepada harta tersebut, takut miskin dan mengharapkan kekayaan. Oleh sebab itu jangan menunda-nunda sehingga apabila ruh (nyawa) sudah sampai di tenggorokan (hampir mati) lalu engkau berwasiat untuk si fulan sekian, untuk si fulan sekian." 
(Bukhari - Muslim)

Demikianlah Nabi kita telah bersabda, dan mewanti-wanti kita agar segera bersedekah selagi kita masih diberi kesempatan untuk melaksanakannya. Jangan sampai ketika kita telah sampai pada masa sakaratul maut (hendak mati) baru kita membagi-bagikan harta kita untuk orang lain (bersedekah), karena hal yang demikian itu tidak akan diterima oleh Allah SWT.
Allah menciptakan manusia sebagai makhluk sosial, yang selain berkewajiban untuk beribadah langsung kepada Allah, juga diwajibkan untuk beribadah yang bersifat sosial. Misalnya kita harus memuliakan tetangga, memuliakan tamu, saling tolong-menolong, berzakat bersedekah dan lain sebagainya. Karena Allah ingin kita membangun sebuah kehidupan yang indah.
Pada jaman yang semakin modern ini, kita tidak perlu susah-susah untuk bersedekah. Bersedekahlah melalui Lembaga Zakat Dompet Dhuafa yang akan membantu anda dalam bersedekah maupun berzakat. Dan memudahkan anda dalam bersedekah secara online melalui Mudah sedekah secara online dengan Marimembantu.org.


Janji Allah pasti akan dipenuhi. Bahwasanya Allah berjanji akan melipatkan pahala bagi orang-orang yang mau bersedekah, pasti juga akan dipenuhi oleh Allah.
Allah SWT juga berfirma dalam surat Al-Baqarah ayat 245 :
Penggalangan dana online dengan marimembantu.org
"siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan"
Tengoklah orang-orang disekitar anda yang gemar bersedekah, mereka tetap kaya dan tidak menjadi jatuh miskin karena bersedekah. Bahkan mereka cenderung semakin kaya karena bersedekah.
Seperti di kampung saya, Dukohkidul Kec. Ngasem Kab. Bojonegoro Jatim, ada seseorang yang bernama (alm.) KH. Muhsan Salim yang gemar sekali bersedekah dalam kehidupan sehari-harinya. Diawali dari membantu para saudaranya, orang lain dan masyarakatnya. Hampir tak ada satupun saudaranya yang tak pernah ia bantu. Dan karena sikap kedermawanannya itu, beliau dicintai masyarakatnya, terlebih para saudara dan keponakannya.
Pun begitu, kehidupannya tidak lantas menjadi miskin karena dia bersedekah. Kehidupan beliau selalu berkecukupan atau bahkan bisa dibilang tetap kaya. Beliau mendedikasikan seluruh harta benda dan jiwanya untuk perjuangan pendidikan agama Islam. Dimanapun ia berada. Contohnya di Dukohkidul mendirikan YPPWH (Yayasan Pondok Pesantren Wasilatul Huda).
Anda juga bisa menjadi seperti almarhum dengan Penggalangan Dana Online dengan marimembatu.org.

Cara Kerja Marimembantu.org dalam Penggalangan Dana Online dengan marimembatu.org
Sangat mudah sekali untuk memulai berbagi dan memohon bantuan di Marimembantu.org.
Dalam Marimembantu.org, pengguna di bagi 2 kepentingan yaitu Penyumbang dan Pemohon Bantuan
Memulai untuk Memohon Bantuan dalam Penggalangan Dana Online dengan marimembatu.org
  1. Login cepat menggunakan twitter atau facebook
  2. Klik tombol “Mulai Permohonan”
  3. Mulailah mengisi form data-data sesuai dengan step-step yang telah ditentukan
  4. Setujui syarat dan kondisi lalu submit data permohonan
  5. Permohonan anda akan di proses dan dikonfirmasi terlebih dahulu oleh Dompet Dhuafa sebelum ditampilkan di website Marimembantu.org

  1. Login cepat menggunakan twitter atau facebook
  2. Pilihlah dan klik tombol “DONASI SEKARANG!” pada kasus yang ingin Anda bantu
  3. Setelah Anda masuk kedalam halaman kasus, Anda dapat langsung membagi informasinya kepada teman-teman Anda lewat tombol shered facebook dan twitter
  4. Pilihlah voucher bantuan yang terdapat pada halaman kasus tersebut
  5. Setelah itu, Anda langsung masuk kedalam halaman cart, disini Anda bisa menambah voucher bantuan lagi untuk membantu kasus yang lain
  6. Klik tombol “lanjutkan”, Anda akan masuk ke halaman mengisi form identitas guna melengkapi informasi data diri Anda sebagai penyumbang
  7. Setelah itu, pembayaran voucher sumbangan akan dilakukan di dalam sistem iPayMu
  8. Pembayaran voucher selesai, pembayaran akan diterima, dikonfirmasi dan disalurkan oleh Dompet Dhuafa dengan sebaik-baiknya


Cara menggalang dana Online pada Penggalangan Dana Online dengan marimembatu.org
Marimembantu.Org membuatnya sederhana dalam menggalang dana online untuk hal-hal yang paling penting bagi Anda. Dengan mudah mengundang keluarga & teman-teman untuk menyumbangkan bagi kehidupan, kejadian, proyek proyek penting Anda.
Cara menggalang dana: Cukup mendaftar atau login melalui facebook dan twitter, membuat postingan donasi Anda, berbagi link dengan teman dan mengumpulkan sumbangan. Anda secara otomatis menerima sumbangan masing-masing secara real-time.
Seperti apa? Marimembantu.Org memungkinkan Anda untuk mengumpulkan dana melalui online untuk membantu sesama dan kepentingan sosial
Bagaimana saya menerima donasi online dalam Penggalangan Dana Online dengan marimembatu.org
Dengan Marimembantu.Org, itu semuanya dirancang! Setelah sign-up Anda akan berbagi link donasi halaman Anda dengan teman, rekan dan keluarga. Pengunjung Anda melengkapi sumbangan mereka pada halaman postingan Anda menggunakan payment online iPayMu dan Anda langsung menerima setiap pembayaran. Seluruh proses memakan waktu kurang dari satu menit.
Kapan saya mendapatkan uang saya? Penggalangan Dana Online dengan marimembatu.org
Segera! Setelah target penggalian dana Anda tepenuhi dan pihak Dompet Dhuafa telah mengkonfirmasi bahwasanya permohonan bantuan anda selesai dan keberadaan Anda benar adanya. Setiap pembayaran yang Anda terima melalui halaman postingan Anda adalah milik Anda! Marimembantu.Org Anda akan terus menerima sumbangan bahkan setelah jangka waktu target dana Anda terpenuhi.
Apakah Marimembantu.Org menagih biaya apapun dalam Penggalangan Dana Online dengan marimembatu.org
Marimembantu.Org adalah media sosial dan sama sekali tidak menagih biaya sepeserpun
Apakah iPaymu menagih biaya dalam Penggalangan Dana Online dengan marimembatu.org
Sebuah account iPaymu akan dibuat untuk Anda dalam Marimembantu.Org selama proses pendaftaran (atau Anda dapat membuat / menghubungkan account iPaymu). Tergantung pada pilihan Anda, iPaymu akan digunakan untuk memproses pembayaran Anda.
Kedua layanan membebankan biaya yang kecil pada setiap pembayaran yang Anda terima. WePay mengenakan biaya tunggal sebesar 3,5% atau $ 0,50 per transaksi – mana yang lebih besar. PayPal biaya 2,9% + $ 0,30 per transaksi.
Ingat, semua setup akun ini terjadi dalam Marimembantu.Org. Anda tidak perlu mengunjungi situs-situs lain atau khawatir tentang pengaturan account rumit.
Mengapa saya tidak menggunakan PayPal saja dalam Penggalangan Dana Online dengan marimembatu.org
Anda berfikir PayPal adalah ‘cash register’ yang bagus, tapi tanpa sebuah ‘store’. Dengan kata lain, PayPal tidak memberikan Anda dan donatur Anda tujuan menarik.
Marimembantu.Org lebih dari bentuk pembayaran – sistem penggalangan dana keseluruhan yang selalu bekerja untuk membantu Anda mengumpulkan uang lebih banyak. Selain halaman sumbangan yang cantik dan fitur berbagi yang kuat, Marimembantu.Org.
Marimembantu.Org memberikan Anda perintah pusat online penggalangan dana lengkap yang membuat Anda akan merasa yakin.
Apakah saya harus menjadi non-profit untuk menggunakan ini dalam Penggalangan Dana Online dengan marimembatu.org
Tidak! Siapapun dapat mengumpulkan uang secara online menggunakan halaman Marimembantu.Org. Pengguna kami sering mengumpulkan uang untuk diri sendiri atau untuk teman-teman yang ingin mereka bantu. Marimembantu.Org dirancang untuk memungkinkan orang-orang biasa untuk melakukan hal-hal luar biasa dengan uang yang mereka kumpulkan online.
Apakah donatur saya bisa dikenakan biaya dalam Penggalangan Dana Online dengan marimembatu.org
Tidak! Donatur tidak bisa dikenakan biaya apapun untuk menyumbangkan ke halaman postingan Marimembantu.Org Anda.
Cara meningkatkan dana di Facebook & Twitter di Penggalangan Dana Online dengan marimembatu.org
Tentu saja! Menghubungkan ke Facebook dan Twitter adalah bagian dari Marimembantu.org yang membuatnya lebih baik. Bagian yang terbaik adalah bahwa pengunjung yang mengunjungi halaman donasi Anda melakukan sebagian besar saling berbagi untuk Anda – membantu Anda untuk menarik lebih banyak donatur!
Bagaimana saya tahu ketika orang menyumbang dalam Penggalangan Dana Online dengan marimembatu.org
Anda dapat melihat sumbangan baru muncul di submenu “sumbangan untuk saya” Marimembantu Anda
Bagaimana dengan pajak di Penggalangan Dana Online dengan marimembatu.org
Kami tidak dapat memberikan saran pajak khusus karena situasi setiap orang berbeda. Meskipun ini tidak berarti jaminan, sumbangan paling besar terhadap Marimembantu.org hanya dianggap sebagai ‘hadiah pribadi’ yang tidak dikenakan pajak pendapatan.
Selain itu, sumbangan hanya dibuat untuk keuntungan yang tidak terdaftar secara hukum atau amal dapat dianggap memenuhi syarat untuk donatur untuk mengklaim sebagai pengurang pajak. Sekali lagi, setiap situasi berbeda jadi silakan berkonsultasi dengan profesional pajak di wilayah Anda.
Negara dan mata uang apa yang didukung dalam Penggalangan Dana Online dengan marimembatu.org
Marimembantu.Org bekerja di negara-negara yang didukung oleh mitra pembayaran kami. Kami menyadari bahwa perusahaan pembayaran seperti iPaymu beroperasi di banyak kabupbeberapa negara, tetapi hanya Indonesia yang sepenuhnya didukung Marimembantu.Org.
Negara dan mata uang yang didukung meliputi: Indonesia (Rupiah)

Monday, December 26, 2011

Tahun Baru 2012

Menjelang datangnya tahun baru masehi 2012, apa saja yang perlu kita lakukan? salah satunya adalah refleksi tentang perjalanan hidup kita selama tahun 2011. Mari kita introspeksi diri, di semua sisi kehidupan kita, apakah sudah berjalan dengan semestinya (sesuai ajaran agama) atau kah justru makin menyimpang dari jalan agama? Karena agama tak hanya mengatur kehidupan keagamaan manusia saja, melainkan berbagai bidang dalam kehidupan kita, baik dalam hubungannya dengan Allah, maupun dengan sesama manusia. Baik dalam hal ekonomi, politik, seni, budaya maupun dalam usaha-usaha kehidupan yang lain.

Hablun Mina al-Allah
Sudahkah kita menjadi hamba yang patut dicintai oleh Allah. Dimana kita melaksanakan perintahnya dengan sepenuh hati, dan meninggalkan larangannya dengan senang hati, ataukah kita selama ini beribadah hanya untuk menggugurkan kewajiban, agar tidak dikenai dosa. Atau bahkan kita sekarang justeru malah berani meninggalkan perintah-Nya dan berani melakukan perbuatan-perbuatan yang Dia larang.


Hablun Mina an-Nas
Kepada sesama manusia, sudahkah kita bergaul satu dengan yang lain sesuai dengan tuntunan agama? ataukah justeru kita menafikan segala sesuatu yang menyangkut kehidupan antar sesama manusia? Padahal jelas-jelas agama juga memberi perhatian lebih pada hubungan antar sesama. Pembaca pasti sudah banyak tahu tentang hadits-hadits yang menerangkan tentang hal tersebut.
Karena seperti yang kita tahu, banyak orang yang memilih melaksanakan ibadah haji berkali-kali dari pada dengan menyantuni anak yatim, atau membantu fakir miskin yang ada disekitarnya.
Sudahkah kita dengan mudahnya memaafkan kesalahan orang lain, dan sudahkah kita dengan besar hati meminta maaf apabila kita telah melakukan kesalahan pada orang lain.

Hablun Min al-Alam
Kepada alam sekitar, adakah upaya yang kita lakukan untuk melestarikan alam ini? atau kita justeru menghabiskan alam ini demi memenuhi nafsu keserakahan kita? Hendaknya kita tidak hanya sekedar mendengang-dengungkan slogan-slogan pelestarian alam, tanpa kita ikuti dengan tindakan nyata. Talk Only, No Action.

Ekonomi
Dalam hal ekonomi, mencari nafkah, masihkah kita memperhatikan rambu-rambu agama, atau kita malah terbiasa menerabas haluan itu. Masihkah kita peduli dengan halal dan haram, ataukah nafsu untuk mengungmpulkan harta kian membutakan nilai-nilai agama?
Yakinlah, rizki yang sedikit, tapi halal, akan lebih terasa dan membawa nikmat dari pada rizki yang banyak tapi haram. Tentunya kita semua tidak mau, menyusun tulang dan daging anak-anak kita dengan makanan haram bukan?

Dan masih banyak renungan lain yang perlu kita renungkan di ahir tahun ini, menjelang datangnya tahun baru nanti. Meski sebenarnya kita tidak perlu merayakannya, apalagi dengan berlebihan.

Saturday, May 28, 2011

Syukur di Kala Meraih Sukses

Di kala impian belum terwujud, kita selalu banyak memohon dan terus bersabar menantinya. Namun di kala impian sukses tercapai, kadang kita malah lupa daratan dan melupakan Yang Di Atas yang telah memberikan berbagai kenikmatan. Oleh karenanya, apa kiat ketika kita telah mencapai hasil yang kita idam-idamkan? Itulah yang sedikit akan kami kupas dalam tulisan sederhana ini.

Akui Setiap Nikmat Berasal dari-Nya

Inilah yang harus diakui oleh setiap orang yang mendapatkan nikmat. Nikmat adalah segala apa yang diinginkan dan dicari-cari. Nikmat ini harus diakui bahwa semuanya berasal dari Allah Ta’ala dan jangan berlaku angkuh dengan menyatakan ini berasal dari usahanya semata atau ia memang pantas mendapatkannya. Coba kita renungkan firman Allah Ta’ala,

“Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.” (QS. Fushshilat: 49). Atau pada ayat lainnya,

“Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa.” (QS. Fushshilat: 51)

Inilah tabiat manusia, yang selalu tidak sabar jika ditimpa kebaikan atau kejelekan. Ia akan selalu berdo’a pada Allah agar diberikan kekayaan, harta, anak keturunan, dan hal dunia lainnya yang ia cari-cari. Dirinya tidak bisa merasa puas dengan yang sedikit. Atau jika sudah diberi lebih pun, dirinya akan selalu menambah lebih. Ketika ia ditimpa malapetaka (sakit dan kefakiran), ia pun putus asa. Namun lihatlah bagaimana jika ia mendapatkan nikmat setelah itu? Bagaimana jika ia diberi kekayaan dan kesehatan setelah itu? Ia pun lalai dari bersyukur pada Allah, bahkan ia pun melampaui batas sampai menyatakan semua rahmat (sehat dan kekayaan) itu didapat karena ia memang pantas memperolehnya. Inilah yang diisyaratkan dalam firman Allah Ta’ala,

“Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata: “Ini adalah hakku.”(QS. Fushshilat: 50)

Sifat orang beriman tentu saja jika ia diberi suatu nikmat dan kesuksesan yang ia idam-idamkan, ia pun bersyukur pada Allah. Bahkan ia pun khawatir jangan-jangan ini adalah istidroj (cobaan yang akan membuat ia semakin larut dalam kemaksiatan yang ia terjang). Sedangkan jika hamba tersebut tertimpa musibah pada harta dan anak keturunannya, ia pun bersabar dan berharap karunia Allah agar lepas dari kesulitan serta ia tidak berputus asa.[1]

Ucapkanlah “Tahmid”

Inilah realisasi berikutnya dari syukur yaitu menampakkan nikmat tersebut dengan ucapan tahmid (alhamdulillah) melalui lisan. Ini adalah sesuatu yang diperintahkan sebagaimana firman Allah Ta’ala,

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).” (QS. Adh Dhuha: 11)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

“Membicarakan nikmat Allah termasuk syukur, sedangkan meninggalkannya merupakan perbuatan kufur.” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam Shahih Al Jaami’ no. 3014).

Lihat pula bagaimana impian Nabi Ibrahim tercapai ketika ia memperoleh anak di usia senja. Ketika impian tersebut tercapai, beliau pun memperbanyak syukur pada Allah sebagaimana do’a beliau ketika itu,

“Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. ” (QS. Ibrahim: 39).

Para ulama salaf ketika mereka merasakan nikmat Allah berupa kesehatan dan lainnya, lalu mereka ditanyakan, “Bagaimanakah keadaanmu di pagi ini?” Mereka pun menjawab, “Alhamdulillah (segala puji hanyalah bagi Allah).”[2]

Oleh karenanya, hendaklah seseorang memuji Allah dengan tahmid (alhamdulillah) atas nikmat yang diberikan tersebut. Ia menyebut-nyebut nikmat ini karena memang terdapat maslahat dan bukan karena ingin berbangga diri atau sombong. Jika ia malah melakukannya dengan sombong, maka ini adalah suatu hal yang tercela.[3]

Memanfaatkan Nikmat dalam Amal Ketaatan

Yang namanya syukur bukan hanya berhenti pada dua hal di atas yaitu mengakui nikmat tersebut pada Allah dalam hati dan menyebut-nyebutnya dalam lisan, namun hendaklah ditambah dengan yang satu ini yaitu nikmat tersebut hendaklah dimanfaatkan dalam ketaaatan pada Allah dan menjauhi maksiat.

Contohnya adalah jika Allah memberi nikmat dua mata. Hendaklah nikmat tersebut dimanfaatkan untuk membaca dan mentadaburi Al Qur’an, jangan sampai digunakan untuk mencari-cari aib orang lain dan disebar di tengah-tengah kaum muslimin. Begitu pula nikmat kedua telinga. Hendaklah nikmat tersebut dimanfaatkan untuk mendengarkan lantunan ayat suci, jangan sampai digunakan untuk mendengar lantunan yang sia-sia. Begitu pula jika seseorang diberi kesehatan badan, maka hendaklah ia memanfaatkannya untuk menjaga shalat lima waktu, bukan malah meninggalkannya. Jadi, jika nikmat yang diperoleh oleh seorang hamba malah dimanfaatkan untuk maksiat, maka ini bukan dinyatakan sebagai syukur.

Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Katsir berkata, sebagai penduduk Hijaz berkata, Abu Hazim mengatakan,

“Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, itu hanyalah musibah.”[4]

Mukhollad bin Al Husain mengatakan,

“Syukur adalah dengan meninggalkan maksiat.”[5]

Intinya, seseorang dinamakan bersyukur ketika ia memenuhi 3 rukun syukur: [1] mengakui nikmat tersebut secara batin (dalam hati), [2] membicarakan nikmat tersebut secara zhohir (dalam lisan), dan [3] menggunakan nikmat tersebut pada tempat-tempat yang diridhoi Allah (dengan anggota badan).

Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah mengatakan,

“Syukur haruslah dijalani dengan mengakui nikmat dalam hati, dalam lisan dan menggunakan nikmat tersebut dalam anggota badan.”[6]

Merasa Puas dengan Rizki Yang Allah Beri

Karakter asal manusia adalah tidak puas dengan harta. Hal ini telah diisyaratkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berbagai haditsnya. Ibnu Az Zubair pernah berkhutab di Makkah, lalu ia mengatakan,

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya manusia diberi lembah penuh dengan emas, maka ia masih menginginkan lembah yang kedua semisal itu. Jika diberi lembah kedua, ia pun masih menginginkan lembah ketiga. Perut manusia tidaklah akan penuh melainkan dengan tanah. Allah tentu menerima taubat bagi siapa saja yang bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6438)

Inilah watak asal manusia. Sikap seorang hamba yang benar adalah selalu bersyukur dengan nikmat dan rizki yang Allah beri walaupun itu sedikit. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667)

Dan juga mesti kita yakini bahwa rizki yang Allah beri tersebut adalah yang terbaik bagi kita karena seandainya Allah melebihkan atau mengurangi dari yang kita butuh, pasti kita akan melampaui batas dan bertindak kufur. Allah Ta’alaberfirman,

“Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa: 27)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Seandainya Allah memberi hamba tersebut rizki lebih dari yang mereka butuh, tentu mereka akan melampaui batas, berlaku kurang ajar satu dan lainnya, serta akan bertingkah sombong.” Selanjutnya Ibnu Katsir menjelaskan, “Akan tetapi Allah memberi rizki pada mereka sesuai dengan pilihan-Nya dan Allah selalu melihat manakah yang maslahat untuk mereka. Allah tentu yang lebih mengetahui manakah yang terbaik untuk mereka. Allah-lah yang memberikan kekayaan bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya. Dan Allah-lah yang memberikan kefakiran bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya.”[7]

Patut diingat pula bahwa nikmat itu adalah segala apa yang diinginkan seseorang. Namun apakah nikmat dunia berupa harta dan lainnya adalah nikmat yang hakiki? Para ulama katakan, tidak demikian. Nikmat hakiki adalah kebahagiaan di negeri akhirat kelak. Tentu saja hal ini diperoleh dengan beramal sholih di dunia. Sedangkan nikmat dunia yang kita rasakan saat ini hanyalah nikmat sampingan semata. Semoga kita bisa benar-benar merenungkan hal ini.[8]

Jadilah Hamba yang Rajin Bersyukur

Pandai-pandailah mensyukuri nikmat Allah apa pun itu. Karena keutamaan orang yang bersyukur amat luar biasa. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imron: 145)

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.” (QS. Ibrahim: 7)

Ya Allah, anugerahkanlah kami sebagai hamba -Mu yang pandai bersyukur pada-Mu dan selalu merasa cukup dengan segala apa yang engkau beri.

Diselesaikan atas taufik Allah di Pangukan-Sleman, 23 Rabi’ul Akhir 1431 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Source : http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/syukur-di-kala-meraih-sukses.html

[1] Lihat Taysir Al Karimir Rahman, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, hal. 752, Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, tahun 1420 H dan Tafsir Al Jalalain, hal. 482, Maktabah Ash Shofaa.



[2] Lihat Mukhtashor Minhajil Qoshidin, Ibnu Qudamah Al Maqdisi, hal. 262, Darul Aqidah, cetakan pertama, tahun 1426 H.

[3] Lihat Tafsir Juz ‘Amma, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, hal. 202, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah, cetakan tahun 1424 H.

[4] Jaami’ul Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab, 294, Darul Muayyid

[5] ‘Iddatush Shobirin, hal. 49, Mawqi’ Al Waroq

[6] Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 11/135, Darul Wafa’, cetakan ketiga, 1426 H.

[7] Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 12/278, Muassasah Qurthubah.

[8] Lihat Mukhtashor Minhajil Qoshidin, hal. 266.

Source : http://islam-download.net?p=59859

Keutamaan Qiyamullail (Shalat Malam)

Keutamaan Qiyamullail (Shalat Malam)
Allah Ta’ala berfirman:
“Lambung-lambung mereka jauh dari pembaringan, karena mereka berdoa kepada Rabb mereka dalam keadaan takut dan berharap kepada-Nya.” (QS. As-Sajadah: 16)
Allah Ta’ala berfirman:
“Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohon ampunan di waktu sahur (menjelang fajar).” (QS. Adz-Dzariyat: 17-18)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Seutama-utama puasa setelah ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)
Dari Abu Said Al Khudri dan Abu Hurairah radhiallahu anhuma mereka berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang bangun malam dan membangunkan istrinya kemudian mereka berdua melaksanakan shalat dua rakaat secara bersama, maka mereka berdua akan digolongkan ke dalam lelaki-lelaki dan wanita-wanita yang banyak berzikir kepada Allah.” (HR. Abu Daud no. 1309, Ibnu Majah no. 1335, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Misykah: 1/390)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Setan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan, dimana pada tiap ikatan tersebut dia meletakkan godaan, “Kamu mempunyai malam yang sangat panjang maka tidurlah dengan nyenyak.” Jika dia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan, jika dia berwudhu maka lepaslah tali yang lainnya, dan jika dia mendirikan shalat maka lepaslah seluruh tali ikatannya sehingga pada pagi harinya dia akan merasakan semangat dan kesegaran yang menenteramkan jiwa. Namun bila dia tidak melakukan itu, maka pagi harinya jiwanya menjadi jelek dan menjadi malas beraktifitas”. (HR. Al-Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776)
Dari Jabir bin Abdillah dia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu dia memohon kebaikan kepada Allah ‘azza wajalla baik kebaikan dunia maupun akhirat, kecuali Allah akan memperkenankannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim no. 757)
Penjelasan ringkas:
Di antara keutamaan qiyamullail berdasarkan dalil-dalil di atas adalah:
a.    Mendapatkan pujian yang banyak dalam Al-Qur’an.
b.    Hatinya akan terjaga dari kerusakan dan penyakit hati. Karena terlalu banyak tidur bisa menyebabkan rusaknya hati, karenanya dengan qiyamullail dia bisa mengurangi tidurnya.
c.    Dia merupakan shalat sunnah yang paling utama.
d.    Orang yang mengerjakannya secara berkesinambungan akan digolongkan ke dalam golongan orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah.
e.    Dia akan lepas dari gangguan setan di malam harinya.
f.    Qiyamullail merupakan sebab baiknya jiwa, lapangnya dada, dan semangatnya anggota tubuh.
g.    Orang yang mengerjakannya berkesempatan mendapatkan 1/3 malam terakhir yang merupakan waktu dimana doa akan dikabulkan.
Dan sebaik-baik doa saat itu adalah permohonan ampun akan semua dosa-dosa, sebagaimana yang diisyaratkan dalam surah Adz-Dzariyat di atas.
Source: http://al-atsariyyah.com/keutamaan-qiyamul.html

Saturday, January 15, 2011

BUMY untuk YAYASAN?

Wacana tentang pengadaan Badan Usaha Milik Yayasan (BUMY) semakin mengemuka di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Wasilatul Huda Dukohkidul. Wacana ini diusung oleh Bapak Khoirul Anam, S.Ag. beberapa hari yang lalu. Namun Khoirul Anam, S.Ag. menyayangkan ketidakresponan dari beberapa pihak yang terkait dengan program tersebut. Padahal BUMY ini sangatlah penting yang akan bisa membuat Yayasan kita ini tetap survive di masa-masa yang akan datang, lanjutnya.

Wednesday, April 29, 2009

romantiskah kita?


Romantiskah hubungan kita?
26 mei 2009

Alloh menciptakan kita dengan dua peran. Yakni sebagai hambanya dan sebagai khalifahnya di muka bumi. Keduanya hendaknya dilaksanakan secara seimbang. Kita sebagai hambanya berkewajiban untuk melakukan ubudiyah ilahiah, atau ibadah yang langsung berhubungan dengan Allah. Seperti shalat dan haji. Sedangkan sebagai khalifahnya kita berkewajiban untuk mengejawantahkan sifat-sifat demi untuk meraih rahmatan lil alamin.
Seperti yang kita ketahui, islam datang tidak hanya mengatur hubungan hambanya dengan Dia. Malainkan juga adalah hubungan antar sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam. Jadi manusia memiliki tiga hubungan sosial yang harus bejalan dengan harmonis, 1, hablun min Alloh, 2, hamblun minannas dan 3 hablun minal alam. Jika ketiga hubungan tersebut berjalan romantis, maka kemungkinan barulah kita bisa merasakan rahmatan lil alamin. Rahmat lil alamin dengan kata lain haruslah kita perjuangkan bersama-sama.
Nah, sekarang masilah kita muhasabah/mencoba dengan jujur mengintropeksi diri kita sendiri bagaimanakah kita menjalin ketiga hubungan di atas.
Pertama, sebagai hambanya apakah kita sudah melaksanakan semua perintahnya dan menjauhi segala larangannya?
Ke dua, sebagai khalifahnya di muka bumi ini, sejauh manakah kepedulian kita terhadap saudara dekat kita, terhadap tetangga kita, terhadap teman kita, terhadap masyarakat kita dan terhadap negara kita. Ataukah selama ini kita hanya sibuk untuk memikirkan tentang kebahagiaan kita sendiri. Ketika kita makan dengan enaknya, apakah pernah kita teringat terhadap mereka yang sudah tiga hari tidak hidup dengan perut kosong. Ketika kita tidur di atas ranjang yang empuk, pernahkah kita sekedar memikirkan tentang mereka yang tidur dengan alas kardus, di depan-depan toko, di bawah kolong jembatan, dan di pinggiran rel kereta api. Ketika kita berbangga dengan title yang kita sandang, apakah itu Prof, Dr, M.pd, dan lain sebagainya, pernahkah kita terbersit untuk membagi ilmu kita dengan mereka yang yang masih bergelimang kebodohan.
Betapa oh betapa tidak berharganya ilmu yang kita miliki, ketika kita tidak bisa berbagi ilmu dengan yang lain. Betapa tidak berharganya harta yang kita miliki, ketika di kanan kiri kita mereka masih bergelimang dengan pilu dan perih. Betapa tidak berharganya hati yang kita miliki, ketika kita tidak bisa peduli dengan sesama.
Ke tiga, sejauh mana kepedulian kita terhadap kelestarian alam. Dimana alam sekarang ini sudah demikian rusaknya. Hutan-hutan yang gundul, kota yang selalu tergenang air dan bumi selalu retak. Apa yang sudah kita lakukan untuk melestarikan kehidupan alam kita ini. Sedangkan kita tahu, bahwa alam memiliki peran penting dalam melanjutkan kehidupan manusia. Bencana-bencana yang silih berganti seharusnya sudah lebih dari cukup untuk menjadi peringatan bagi kita untuk segera merubah dan memperbaiki ketiga hubungan di atas. Semoga kita termasuk hambanya yang bisa menjadi pemimpin sejati, bukan pemimpin yang berkedudukan, tapi pemimpin yang sebenarnya. Amin.

kejujuran


Masih adakah kejujuran itu?
26 mei 2009
Seiring dengan bertambah kompleksnya kehidupan di sekitar kita, diakui atau tidak pasti berpengaruh terhadap pola pergaulan dan tatanan nilai sosial. Termasuk di dalamnya adalah memudarnya nilai kejujuran.
Bahkan sekarang, untuk membendung hal tersebut Bupati Bojonegoro Sekarang, Kang Yoto menekankan masalah pakta kejujuran terhadap semua jajaran pejabat di bawahnya. Pertanyaannya adalah apakah mungkin kejujuran masih dapat berdiri tegak lagi. Sedangkan hati masyarakatnya seperti tanah yang telah mengeras seperti batu karena jarang mendapatkan air hujan. Manakah mungkin kita menancapkan tiang di atasnya.
Bahkan kini kejujuran mengalami dikonotasikan dengan ke”lugu”an. Orang-orang yang masih memegang prinsip kejujuran dianggap sebagai orang yang masih lugu atau polos, yang sama sekali mudah untuk ditipu dan diperdayai.
Keadaan sekarang ini seperti memaksakan kita untuk memendam kejujuran, hingga kalimat “Jujur bakale Ajur” seperti sebuah pepatah yang sembilanpuluhpersen benar. Jika pandangan setiap orang seperti itu, maka apakah masih mungkin kujujuran itu bisa tumbuh. Kejujuran personal satu-dua orang mungkin masih ada, namun tak mampu membangun kejujuran kolektif. Padahal sebuah tatanan nilai haruslah didukung oleh kesamaan perspektif halayak masyarakat. Jika tidak maka akan terjadi kepincangan, ketika kejujuran dibalas dengan perdaya.
Persoalan dalam kehidupan kita kian kompleks. Dan salah satu pendukung utamanya adalah tiadanya kejujuran. Para pejabat melakukan korupsi karena tak mempunyai kejujuran itu. Dan telah nyata, seorang bendahara kebanyakan mempunyai dua pembukuan. Pertama adalah buku pintar, dan yang ke dua adalah buku bento. Buku pintar adalah buku yang berisikan tentang pembukuan keuangan yang sebenarnya. Sedangkan buku bento adalah sebuah pembukuan keuangan yang menipu dan hanya berusaha menyesuaikan dengan alokasi bajet seharusnya.
Para pedagang juga sudah banyak yang tidak jujur. Seperti penjual abon sapi yang ternyata isinya adalah daging babi. Bahkan ada yang menjual daging bangkai yang diakui sebagai daging segar. Padahal daging tersebut sudah lama, dan memang bisa bertahan lama karena diberikan formalin. Bahkan penjualan formalin yang sekarang sudah diperketat pun masih bisa saja dicurangi. Katidakjujuran seperti sebuah keharusan yang tiap orang sekarang erat sekali dengannya.
Oleh karena itu, kita harus mengawali dari diri kita sendiri. Ibda’ binafsik. Biarkan orang lain mencoba menipu, kita harus bulatkan tekad untuk tetap jujur. Karena pasti becik ketitik ala ketara. Siapa yang berbuat kebaikan seberat biji zarrah, maka dia akan melihatnya, dan siapa yang berbuat kejahatan seberat biji zarrah pun, dia juga akan melihatnya kelak di akhirat. Kecuali mereka yang bertaubat dan kembali pada jalan Allah. Semoga kita termasuk dari golongan hambanya yang saleh dan kelak kembali dalam pelukan kasih sayangnya. Amin.